JOIN TO ME JANGAN LUPA LIKE JANGAN LUPA KOMEN

Jumat, 22 Februari 2013

Belajar Bahas Arab


METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
 

قرأ


Problematika Pengajaran Bahasa Arab

Sudah bertahun-tahun kita mengelauhkan pengajaran bahasa Arab menyangkut keberhasilannya yang masih jauh dari harapan. Paling tidak ada dua problem yang sedang dan akan terus kita hadapi yaitu:
Problem kebahasaan yang sering disebut problem linguistic
Problem non kebahasaan atau problem non linguistic
            Pengetahuan guru tentang kedua problem itu penting agar guru dapat meminimalisasi problem tersebut dan dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Sehingga apa yang diharapkan dari pengajaran bahasa Arab dalam batas-batas minimal dapat tercapai dengan baik.
           Problem kebahasaan antara lain meliputi:
1.     Problem Aswat Arabiyah
2.    Problem qowaid dan i,rab
3.    Problem Tarokib
Adapun problem non kebahasaan antara lain meliputi:
1.     Motivasi dan minat belajar
2.    Sarana belajar
3.    Kompetensi guru baik akademik maupun paedagogik, kepribadian dan social.
4.    Metode pembelajaran yang digunakan
5.    Waktu yang tersedia
Dari kedua problem di atas nampaknya yang paling dominant mempengaruhi berhasil tidaknya pembelajaran bahasa Arab adalah problem-problem non kebahasaan yang salah satunya adalah metode.

Kata Kunci Yang Terkait Dengan Pembelajaran Bahasa Asing:
Ada tiga kata kunci yang perlu dipahami dengan baik dalam kaitan dengan pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing yaitu:
Pendekatan ( Al Madhol)
Metode (Al Thariqoh)
Teknik ( Al Tekniik)
Konsep ini yang ditawarkan oleh Edward Anthony. Sedangkan menurut Richards  juga ada tiga tetapi, dengan menggunakan istilah lain yaitu:
1.     Pendekatan
2.    Disain yang meliputi silaby, pemilihan materi, perumusan tujuan, dan penyediaan sarana belajar.
3.    Prosedur.
Metode menurut Richards merupakan payung. Ini berarti kalau kita bicara metode, maka pada saat yang bersamaan kita bicara ketiga hal di atas.
             Metode pembelajaran bahasa nampaknya sangat dipengaruhi oleh pendekatan atau al madhol apa yang mendasari seseorang terhadap persepsinya tentang bahasa: Banyak sekali asumsi tentang bahasa misalnya : Bahasa adalah kebiasaan (al- ‘adah) dan kebiasaan membutuhkan pengulangan dan pembiasaan. Asumsi lain mengatakan bahwa bahasa adalah hebit (al-malakah) sedang tulisan hanyalah symbol. Yang lain mengatakan bahasa adalah apa yang diucapkan dan bukan apa yang seharusnya diucapkan. Masih banyak lagi asumsi-asumsi lain menyangkut bahasa yang dari asumsi itu melahirkan cara baik cara belajar maupun cara mengajar. Dari sini para pakar mengatakan bahwa pendekatan adalah sejumlah asumsi tentang bahasa. Dengan ungkapan yang sederhana dapat dikatakan bahwa bila asumsi oarng tentang bahasa adalah lisan maka ia akan mengajarkan bagaimana keterampilan berbahasa harus dicapai dan materi apa yang sesuai untuk mencapai tujuan itu. Sebaliknya bila asumsi orang tentang bahasa adalah yang tertulis atau tulisan, maka yang akan diajarkan adalah bagaimana memahami yang ditulis.
          Saat guru mengajar di kelas baik pendekatan, maupun metode tidak akan nampak, karena keduanya menyatu di dalam seni mengajar atau teknik mengajar. Walaupun demikian guru bahasa harus berbekal dengan kompetensi akademik yang di dalamnya adalah penguasaan metode, penguasaan materi, dan pemahaman tentang berbagai pendekatan.

Teori Yang Mendasari Metode
Ada kategorisasi tentang metode yaitu: metode tradisional seperti metode qowaid dan terjemah, dan kedua metode modern. Kategorisasi ini didasarkan pada ada tidaknya teori yang mendasari metode .
Ada dua kerangka teori yang mendasari sebuah metode sehingga ia disebut modern yaitu:
1.     Teori Linguistik yakni teori tentang bahasa itu sendiri.
2.    Teori Psikologi Pembelajaran Bahasa.
Kedua landasan teori itulah yang digunakan untuk mengembangkan metode pembelajaran bahasa.
Teori psikologi pembelajaran bahasa menegaskan bahwa orang belajar bahasa harus dengan stimulus-respon. Ini artinya belajar bahasa menuntuk keaktipan pembelajar. Namun, apa yang disebut stimulus tidak harus datang dari pihak luar atau dari orang lain, melainkan bisa diciptakan oleh pembelajar sendiri.
Teori psikologi pembelajaran bahasa ada beberapa aliran atau madzhab antara lain:
1.     Madzhab Behaviorisme yang tokohnya antara lain : Thorndike yang berpandangan bahwa belajar bahasa dilakukan dengan teori trial and error yang bisa dilakukan oleh guru dengan melatihkan pembelajar secara berulang-ulang. Ini menuntut guru harus pandai merekayasa lingkungan pembelajaran. Atas dasar pandangan inilah muncul metode al-samiyah syafahiyyah (aural oral approach). Yakni metode yang melatihkan kemahiran pendengaran dan kemudian melatihkan pengucapan secara baik dan benar. Metode ini menitik beratkan pada kegiatan reinforcement atau al-ta’ziz, yang medianya bisa menggunakan media tadribat, menghafal kosakata, dialog dan latihan pola-pola kalimat.
2.    Madzhab Kognitif yang menyatakan bahwa lingkungan bukanlah penentu hasil pembelajaran. Pembelajar pada saat menerima stimulus mempunyai hak untuk menentukan pilihan respon yang sesuai. Pengikut madzhab ini adalah Noam Chomsky yang berpandangan bahwa setiap orang memiliki kesiapan fitrah untuk belajar bahasa. Sejak lahir setiap oaring telah dibekali Allah SWT piranti pemerolehan bahasa (jihaz  iktisab al-lughah). Karena itu dalam hal berbahasa ada dua istilah yang perlu dipahami yaitu (1) ta’allum al-lughah dan (2) iktisab al-lughah)
 Teori linguistik atau teori kebahasaan yang turut mendasari lahirnya metode dan perkembangannya. Teori kebahasaan ini mendasari cara pandang terhadap hakikat bahasa. Dari teori ini lahir dua aliran atau madzhab:
1.     Aliran Struktural yang dipelopori oleh Ferdinan de Saussure . Menurut aliran ini bahasa adalah :
a.    Ujaran (lisan) dan bukan tulisan.
b.    Kemampuan bahasa diperoleh melalui latihan pembiasaan dan pengulangan. Jadi bukan mengalihkan dari bahasa pembelajar ke dalam bahasa target(BT)
c.    Tiap bahasa mempunyai system yang berbeda dari yang lain.
d.    Tidak ada bahasa yang bisa dinyatakan unggul atas bahasa yang lain
e.    Semua bahasa yang hidup mengalami perkembangan baik kosa kata maupun pola dan strukturnya.
f.    Sumber baku bahasa adalah penutur bahasa tersebut. Dari sinilah muncul ungkapan “ bahasa adalah apa yang diucapkan dan bukan apa yang seharusnya diucapkan.”

Proses pembelajaran bahasa menurut aliran struktural ini adalah :
1.     Pembiasaan, latihan dan menirukan harus diintensifkan
2.    Kemahiran berbahasa harus dimulai dari mendengar, berbicara, membaca dan menulis.
3.    Pendekatan pembelajaran bahasa bisa memanfaatkan analisis kontrastif (dirasah taqabuliyah) untuk mencari sisi kesamaan antara bahasa pembelajar dengan bahasa target dan mencari perbedaan-perbadaannya.
4.    Perlunya contoh penuturan yang fasih menyangkut bunyi-bunyi, termasuk yang  harus dibaca panjang dan pendek. Juga kefasihan struktur agar tidak terkesan mengarabkan struktur Indonesia.
Dari dasar kedua teori baik linguistik maupun teori psikologi pembelajaran bahasa inilah muncul metode audiolingual.
           
2.    Aliran Generatif-Transformasi dengan tokohnya yang terkenal yaitu Noam Chomsky.
Menurut teori ini bahasa itu terdiri dari dua struktur yaitu struktur dalam (al-bina al-asasy) dan struktur luar (al-bina al-dhahiry). Misalnya ketika orang mengatakan “ Al-muwaddhof ?                           Itu sama dengan kalau ia mengatakan “ hal anta muwadhof ?
Selanjutnya menurut Chomsky kemapuan seseorang dalam berbahasa ada dua macam yaitu kompetensi ( al-kafa’ah) dan performasi (al-ada’). Ini artinya kemapuan seseorang dalam hal berbahasa antara kompetensi dengan performansi berbeda dan tidak berbanding lurus.Kemampuan al-ada’ lebih rendah dari kemampuan kompetensinya, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan.
Menurut Chomsky kemampuan seseorang tentang tatabahasa baru brada pada kompetensi linguistic belum pada kemahiran berbahasa. Memang kemampuan seseorang dalam berbahasa pun dapat dibedakan menjadi :
1.     Kemapuan berbahasa sekedar dapat dipahami “ Al-lughoh al-mufahhamah”
2.    Kemampuan berbahasa fasih” Al-lughoh al-fasihah”
3.    Kemapuan berbahasa indah Al-lughoh al balighoh”
Berdasarkan teori transformasi generatif, maka pembelajaran bahasa dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.         Bahwa kemampuan berbahasa merupakan sebuah proses kreatif. Karena itu pembelajar harus diberi kesempatan yang luas untuk mengkreasi ujaran-ujaran dalam situasi komunikatif, bukan sekedar menirukan dan verbalisme.
2.        Pemilihan materi tidak ditekankan pada hasil analisis kontrastif melainkan pada kebutuhan komunikasi.
3.        Kaedah nahu hanya diberikan bila diperlukan dan lebih bersifat implicit untuk mendukung kemahiran berbahasa.
By : http://arabbahasa.blogspot.com/2011/03/metode-dan-teknik-pembelajaran-bahasa.html

Kamis, 14 Februari 2013

Tips Mudah Membagi Waktu


Tips Mudah Membagi Waktu



Assalamu’alaikum.. Halo Sobat ^^ jumpa lagi pada postingan saya yang ketigaaaa  kali ini aku mau bagi-bagi tips membagi waktu, soal nya nih aku juga kurang disiplin dalam membagi waktu

Ada sebuah riwayat, “Sebaik-baik manusia adalah yang diberi umur panjang dan baik amalnya. Dan sejelek-jelek manusia adalah yang diberi umur panjang dan jelek amalnya.” (HR Ahmad)

Mengingat pentingnya waktu yang semakin lama makin menyempit nih, maka kita layak bertanya, sejauh mana komitmen kita terhadap waktu? Bila kita termasuk orang yang meremehkan waktu, tidak kecewa saat pertambahan waktu tidak menghasilkan peningkatan kualitas diri, maka bersiap-siaplah menjadi pecundang dalam hidup . karenanya saya mau berbagi sedikit tips :


1.     Kita harus memprioritaskan  berdasarkan masalahnya
misalnya antara PR atau blogging, jelas yang diutamakan adalah PR. Blogging dan lain sebagainya bisa dinomor duakan kan?

2.      Buat Jadwal
jadwalnya nggak perlu diketik , di-print lalu kamu tempel di pintu ya, yang terpenting kamu ingat saja dalam hati dan cobalah ber-disiplin dengan itu. Contoh: Karena hari senin- jumat kamu sekolah, maka kamu habiskan hari sabtu untuk bergaul dan hari minggu untuk refreshing. Jika dipergunakan dengan optimal, sepertinya itu cukup.
Ingat Waktu
Hari senin-jumat walau hari sekolah, bukan berarti kita tidak bisa bergaul, karena bagaimanapun belajar butuh istirahat, jadi pergunakan waktu istirahat sebaik mungkin. Contoh: Pulang sekolah mungkin bisa ngumpul sebentar dan becanda dengan teman, tapi ingat besok masih harus sekolah jadi pulang jangan terlalu sore dan capai, karena dikhawatirkan malamnya kamu sudah terlalu ngantuk untuk belajar, apalagi kalau besoknya ada ulangan.

4.     Cari tahu waktumu
Cari tahu kapan tepatnya energi mu berada di level rendah, sedang, atau tinggi. Setiap orang memiliki 'jam' berbeda. Ada yang energinya tinggi di saat subuh, tapi ada juga baru ‘on’ saat tengah malam.

5.     Alokasikan pekerjaan dengan tingkat kesulitan masing-masing di level yang tepat
Misalnya, pekerjaan membutuhkan kreativitas tinggi dilakukan pada pukul 10 – 12 (jika inilah saatnya energi Anda berada di level tertinggi).


Menunda pekerjaan
Ada satu kebiasaan yang akan menghambat efektivitas dan optimalisasi waktu yang kita miliki, yaitu kebiasaan menunda. Hebatnya, sebagian orang merasa bahwa menunda pekerjaan itu akan lebih baik. Padahal kebiasaan menunda hampir pasti mengundang masalah bila tidak didasarkan pada perhitungan matang.
Ada sebuah nasihat dari Imam Hasan Al-Bashri yang layak kita renungkan. “Waspadalah kamu dari menunda pekerjaan, karena kamu berada pada hari ini bukan pada hari esok. Kalaulah esok hari menjadi milikmu, maka jadilah kamu seperti pada hari ini. Kalau esok tidak menjadi milikmu, niscaya kamu tidak akan menyesali apa yang telah berlalu dari harimu”.
Wallaahu a’lam.
Udah itu aja yang bisa aku share nih, semoga bermanfaat yaah ^^
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh =)
http://titaniaraaa.blogspot.com

Sabtu, 02 Februari 2013

Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Hai Sobat Admin mau Bagi Cara Belajar Bahasa Inggris nih Jangan lupa LIKE atau COMEN ya

Bahasa Inggris merupakan salahsatu bahasa Internasional yang dipergunakan oleh negara yang hampir diseluruh dunia.
Inilah Cara Belajar Bahasa Inggris Dengan Mudah
Cara mudah belajar bahasa inggris
1.Mantapkan Niat
Niat merupakan suatu pondasi untuk melakukan sesuatu.
2.Mempelajari Pembacaan Alfabet Dalam bahasa Inggris
3.Kosakata atau (VOCABULARY)
4.Pelajari Tatabahasa atau Grammar
5.Banyak Banyak Membaca Artikel Bahasa Inggris
6.Melatih Pendengaran Berbahasa Inggris dengancara Mendengarkan Musik Inggris
7.Melatih Berbicara Dengan Menggunakan Kalimat Bahasa Inggris
8.Percaya Diri untuk Mempelajarinya
9.Jangan Pernah Menyerah karena Belajar Membutuhkan Waktu
10.Belajarlah Dengan Orang yang Lebih Pinatar :)


Meningkatkan Motivasi Belajar

Hai Sobat Admin mau bagi ni Tipss buat para pelajarni jangan lupa comen dan like ya :)


Memotifasi Belajar banyak cara berikut ini adalah sebagian cara untuk memotifasi diri kita agar menjadi lebih baik.

1. Memberi Angka
Yang dimaksud dalam memberi angka ini memberikan suatu nilai atas apa yang kita kerjakan.

2.Hadiah
Hadiah juga dapat memberikan motivasi berlebih untuk mencapai tujuannya.

3.Kompetisi
 Berkompetisi juga salah satu meningkatkan Motivasi dikarenakan adanya persaingan yang menantang
seberapa kemampuan kita dibandingkan dengan orang lain.

4.Memberikan Pujian
Apabila Peserta didik mendapatkan suatu prestasi yang membanggakan berilah Pujian pada dia.

5.Hukuman
Hukuman dilakukan untuk memberikan penjelasan pada peseerta didik agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.